Press Releases
print

IFC Investasi Lebih Dari 22 Juta Dolar A.S. di PT Bank Mayora Untuk Memperluas Akses Pembiayaan Untuk Usaha Kecil dan Menengah


Di Jakarta, Indonesia:
Helen Lumban Gaol                                                              
Telp: (+62) 212-994-8090                                                
E-mail: hlumbangaol@ifc.org


Jakarta, Indonesia, 10 Maret 2015—IFC, anggota Kelompok Bank Dunia, melakukan investasi melalui penyertaan modal lebih dari 290 miliar rupiah atau lebih dari 22 juta dolar di PT Bank Mayora, anggota Grup Mayora untuk mendukung bank menengah ini memperluas pembiayaan bagi usaha mikro, kecil dan menengah di Indonesia.

Ada sekitar 55 juta usaha mikro, kecil dan menengah di Indonesia dan mereka menyediakan sekitar 97 persen lapangan kerja serta menyumbang 60 persen dari Produk Domestik Bruto Indonesia. Namun banyak diantara mereka yang masih kesulitan mendapatkan pinjaman untuk mengembangkan usaha mereka. Investasi IFC akan membantu Bank Mayora meningkatkan pinjaman untuk mengatasi kesenjangan pembiayaan sekaligus memperkuat posisi Bank Mayora di sektor industri makanan dan barang-barang konsumsi.

“Investasi IFC akan meningkatkan modal inti kami menjadi lebih dari satu triliun rupiah, sehingga kami bisa memberikan layanan perbankan yang jauh lebih beragam serta sekaligus meningkatkan daya saing kami di industri perbankan,”ujar Presiden Direktur PT Bank Mayora, Irfanto Oeij. “Kami ingin segera melaksanakan rencana ekspansi kami ke sektor usaha kecil dan menegah serta keuangan mikro bersama IFC sebagai mitra kami.”

Strategi pertumbuhan Bank Mayora adalah menjangkau semakin banyak pemasok makanan dan sub-distributor yang termasuk di dalam jaringan rantai pasokan Mayora Grup yang jumlahnya sangat besar. Mereka yang memberikan akses ke 11.500 jaringan penjualan modern seperti minimarket dan supermarket, lebih dari 250 ribu toko grosir dan pengecer serta sekitar dua juta kios dan toko tradisional.

“Bank Mayora adalah mitra kami untuk memperluas akses pembiayaan untuk usaha kecil dan menengah guna meningkatkan pendapatan di kawasan pedesaan dan mendorong urbanisasi yang berkesinambungan di Indonesia,” ujar Country Manager IFC Indonesia Sarvesh Suri. “Partisipasi IFC sebagai pemegang saham minoritas akan membuka lembaran baru di dalam struktur permodalan Bank Mayora yang mayoritas sahamnya dimiliki oleh keluarga Atmadja kepada institusi keuangan sebagai investor.”

Tentang IFC
IFC, anggota kelompok Bank Duna, merupakan institusi pembangunan global terbesar yang berfokus pada sektor swasta. Bekerjasama dengan perusahaan-perusahaan swasta di lebih dari 100 negara, kami menggunakan modal, keahlian dan pengaruh kami untuk mengurangi kemiskinan dan mendukung kesejahteraan bersama. Pada tahun fiskal 2014, kami menyediakan pembiayaan lebih dari 22 miliar dolar Amerika untuk meningkatkan taraf hidup di negara-negara berkembang dan mengatasi tantangan pembangunan yang paling mendesak. Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi www.ifc.org.


Tetap Terhubung
www.ifc.org/eastasia
www.twitter.com/IFC_EAP
www.facebook.com/IFCindonesia
www.facebook.com/IFCwbg
www.youtube.com/IFCvideocasts  
www.ifc.org/SocialMediaIndex

Tentang PT Bank Mayora
PT Bank Mayora adalah bank umum devisa yang fokus pada UKM dan sudah beroperasi lebih dari 22 tahun dan dimiliki oleh keluarga Atmadja, pemilik saham Mayora Group. Selama krisis keuangan tahun 1997, bank ini adalah salah satu dari sedikit bank yang tidak memerlukan bantuan pemerintah dan saat ini adalah satu-satunya bank di Indonesia yang memiliki perusahaan produk konsumsi makanan dan minuman ternama sebagai sponsornya. Mayora Group adalah produsen makanan dan minuman terkemuka di Indonesia dengan catatan panjang yaitu 50 tahun di industri ini. Pada tahun 2012, Mayora Group mengambil keputusan strategis untuk menempatkan bank ini sebagai pemain kunci dalam rantai pasok Mayora Group dan memanfaatkan posisinya yang unggul di pasar untuk memperluas bisnis perbankannya.

Tentang Mayora Group
Mayora Group adalah kelompok perusahaan terbesar di bidang manufaktur makanan dan minuman serta distribusi di Indonesia yang dimiliki pengusaha nasional. Pada bulan Juni 2014, nilai kapitalisasi pasar kelompok ini tercatat senilai 2,2 miliar dolar Amerika dengan penjualan tahunan sebesar satu miliar dolar Amerika. Jaringan rantai pasok grup ini terdiri dari jaringan produksi yang mencakup 15 pabrik serta melibatkan sekelompok pemasok lokal dan internasional serta jaringan distribusi. Pendiri dan pemilik kelompok usaha ini adalah keluarga Atmadja yang juga pemilik PT Bank Mayora.